Selasa, 01 Mei 2012

Coffee Morning QIC & Badan Karantina Pertanian/Perikanan

Bertempat di Auditorium gedung B kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, pada hari Jumat 20 April 2012 diselenggarakan acara Coffee Morning Direktur Jenderal Bea dan Cukai dengan jajaran Karantina Kesehatan, Imigrasi dan Karantina Pertanian dan Perikanan.
Pejabat yang hadir dalam acara tersebut adalah Bambang Irawan, SE (Direktur Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM), Ir. Banun Harpini, MSc (Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian), Agus Priyono (Sekretaris Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Perikanan), dr. Imam Triyanto, MPH (Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno Hatta) dan RBA Widjonarko, SKM, M Kes (Kepala Bidang PKSE, mewakili Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok)   serta pimpinan masing masing unit dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Jakarta, Kantor Imigrasi Soekarno Hatta Banten dan Polonia Medan, Karantina Perikanan Belawan serta jajaran pimpinan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Bea dan Cukai menyampaikan bahwa jajaran QIC  (Quarantine, Immigration, Customs) harus bekerjasama lebih erat dalam menjalankan tugas walaupun berada dibawah kementerian yang berbeda. QIC harus bersinergi dalam meningkatkan pelayanan terhadap arus orang dan barang tanpa mengabaikan aspek pengawasannya.

Peserta yang hadir mengapresiasi kegiatan coffee morning ini, dan diharapkan dapat dilaksanakan kembali pada masa mendatang. Diusulkan kegiatan ini dilaksanakan bergantian di Direktorat Jenderal Imigrasi, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Badan Karantina Pertanian. 


Dari kiri ke kanan: dr. Imam Triyanto, MPH (Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno Hatta), Bambang Irawan, SE (Direktur Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM), Agung Kuswandono (Direktur Jenderal Bea dan Cukai), RBA Widjonarko, SKM, M Kes (Kepala Bidang PKSE, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok), Ir. Banun Harpini, MSc (Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian), Agus Priyono (Sekretaris Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Perikanan)@ Penulis : dr.M.Farhany,MKM (Kepala Seksi Pengendalaian Karantina)

Rabu, 18 April 2012

Slide Struktur Oranisasi KKP Kelas I Tanjung Priok Tahun 2012

Untuk mengingat dan mempermudah Presentasi, Saya mencoba cara lain mempublikasikan Struktur Organisasi dengan tampilan slide yang disediakan oleh Google Doc. Ke depan mungkin lebih simpel dalam struktur bagan,Semoga bermanfaat.

Alamat KKP se Indonesia 2012

Untuk memperlancar hubungan diantara Kantor Kesehatan Pelabuhan se Indonesia di perlukan alamat yang jelas. Kami mencoba menampilkan alamat tersebut, jika ada alamat KKP yang tidak tepat/sudah pindah dan salah dalam penulisannya agar mengirimkan alamat bersangkutan ke Kami. Jika ada yang ingin menampilan email atau alamat website resmi ke dunia maya kami menampung silahkan kirim email ke kkptanjungpriok@gmail.com. Terima Kasih.

Download Alamat

Kamis, 29 Maret 2012

PANDUAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN KUMBANG Paederus sp.

Sesuai dengan surat edaran Dirjen PP dan PL tentang Upaya Pencegahan dan Pengendalian Kumbang Paederus sp. Tentunya harus dipublikasi kepada publik bagaimana cara yang harus dilakukan untuk pencegahannya. Uraian di bawah ini diammbil dari Leaflet.

PENDAHULUAN
Baru-baru  ini  dilaporkan  kasus  dermatitis irritans di  Surabaya  (2012) akibat  kumbang Paederus sp. (awam mengenal dengan istilah “Tomcat”).
 
BIOEKOLOGI Paederus sp.

Klasifikasi taksonomi Paederus sp. sebagai berikut :
Phylum : Arthropoda 
Kelas    : Hexapoda 
Ordo     : Coleoptera (kumbang) 
Famili   : Staphylinidae 
Genus   : Paederus 
Spesies : Paederus literrarius, Paederus  Fuscipes

Kumbang  ini  dikenal  dengan  nama  semut  semai, semut  kayap  (rove  beatle),  kumbang  jelajah  dan nama  lainnya  disetiap  wilayah  di Indonesia  memiliki nama tersendiri.

Umum  ditemukan  diseluruh  dunia,  khususnya daerah tropis. Kumbang ini sesungguhnya tergolong serangga  berguna  karena  berperan  sebagai predator aktif  pada  beberapa serangga  pengganggu  tanaman padi, seperti wereng batangcoklat, wereng punggung putih, wereng zigzag, wereng hijau dan hama kedelai.

MORPHOLOGI Paederus sp.
  1. Berukuran  panjang  antara  7-10  mm  dan  lebar antara 0,5 sampai 1 mm.
  2. Tubuh  berbentuk  memanjang,  terbagi  menjadi tiga  bagian  kepala,  toraks,  dan  3  ruas  abdomen.
  3. Badan berwarna dasar coklat muda. 
  4. Kakinya  terdiri  atas  tiga  pasang  dan  tidak berkuku. 
  5. Bersayap  tidak  sempurna  dan  berwarna  gelap, terdiri  dari  dua  pasang,  tetapi  tidak  menutupi seluruh abdomen. Sayap depan mengeras disebut elitera,  dan  berfungsi  sebagai  perisai,  sedangkan sayap  yang  kedua  membranus  atau  bening digunakan untuk terbang (bila kondisi tertentu). 
  6. Bila  terancam  akan  menaikkan  bagian  perut (abdomen)  sehingga  nampak  seperti kalajengking.
  7. Berkaki panjang, tipe serangga pejalan cepat.

HABITAT DAN PERILAKU Paederus sp.
  • Berkembang  biak  di  habitat yang  lembab  seperti daun busuk basah dan tanah. 
  • Daur  hidup  dari  telur - imago  selama  18  hari. Stadium telur = 4 hari, larva = 9,2 hari, prepupa =  1 hari, dan  pupa  =  3,8  hari.  Lama  hidup serangga  betina  adalah  113,8  hari  dan  serangga jantan adalah 109,2 hari. 
  • Kemampuan bertelur 106 butir per betina. Masa inkubasi telur selama 4 hari. 
  • Populasi  kumbang  meningkat  pesat  pada  akhir bulan  musim  hujan  (bulan  Maret  dan  April)  dan kemudian  dengan  cepat  berkurang  dengan timbulnya  cuaca  kering  pada  bulan-bulan berikutnya dan bersifat nokturnal 

LAPORAN  KEJADIAN  DERMATITIS AKIBAT KUMBANG Paederus sp. 
Tahun 2004
Kejadian Luar Biasa (KLB) penderita gatal-gatal akibat serangga Paederus sp.  di Tulungagung, penderita 260 orang, dan di Kecamatan Besuki penderita 60 orang.

Tahun 2008
Kota Gresik terjadi di Rumah Susun dengan ± 50 orang.

Tahun 2009 dan 2010
Kejadian di Kenjeran Surabaya dengan penderita 20 orang.

Tahun 2011
Rusunawa di Bekasi melaporkan ada 45 kasus. 

Tahun 2012 terjadi pada :
Dinkes Prov. Jatim (22 Maret 2012): kasus telah terjadi di 12 Kabupaten/Kota penderita 610 orang, Mataram-NTB, Umbulharjo-DIY, BekasiTimur, Tangerang Selatan, Palu-Sulteng, Garut-Jabar.

BAGAIMANA  KUMBANG  INI  BISA BERPERAN  SEBAGAI HAMA  BAGI MANUSIA?
  • Kumbang  dewasa  berpindah  dari  habitatnya dengan berjalan di permukaan tanah atau melalui tajuk tanaman. 
  • Pada malam hari ia tertarik pada lampu pijar dan neon, dan sebagai akibatnya, secara tidak sengaja bersentuhan dengan kehidupan manusia. 
  • Kumbang  ini  tidak  menggigit  atau  menyengat, tapi  secara  tidak  disengaja  tersapu  atau  tergaruk tangan  sehingga  bagian  tubuhnya  hancur  di  atas kulit.  Ketika  itu  ia  akan  mengeluarkan  cairan hemolimfe, yang  berisi  pederin  (C25H45O9N), zat  kimia  iritan  kuat,  yang  akan  menimbulkan reaksi  gatal-gatal,   rasa  terbakar,  eritema  dan mengalir keluar 12-48 jam kemudian. 
  • Keberadaan  bakteri  endosymbiotic  gram  negatif tertentu  pada  betina  (+)  tampaknya  berperan penting untuk sintesis pederin. DNA dari bakteri simbiotik  tergolong  dalam  genus  Pseudomonas, dan Pseudomonas aeruginosa.
GEJALA KLINIS AKIBAT Paederus sp.
Kulit  yang  terkena  (biasanya  daerah  kulit yang terbuka) dalam waktu singkat akan terasa panas. Setelah 24-48 jam akan muncul gelembung pada kulit dengan  sekitar  berwarna  merah  (erythemato-bullous lession) yang menyerupai lesi akibat terkena air panas atau  luka  bakar.  Manifestasi  klinis  yang  terjadi sebagai berikut : 

TATALAKSANANA KASUS PADA PENDERITA AKIBAT Paederus sp.
  • Segera cuci dengan air mengalir dan sabun pada kulit  yang  bersentuhan  dengan  serangga tersebut.
  • Berikan  pengobatan  sebagaimana  penanganan pada  kasus  dermatitis  contact  irritant, contohnya pemberian  krim kortikosteroid. 
  • Apabila  sudah  timbul  lesi  seperti  luka  bakar, segera  kompres  kulit  dengan  cairan  antiseptik dingin. 
  • Apabila  lesi  sudah  pecah,  dapat  diberi  krim antibiotik dengan kombinasi steroid ringan.
  • Ingatkan  kepada  pasien  agar  jangan menggaruk luka. Taburi  luka  dengan bedak sehingga tidak terjadi infeksi sekunder. 
  • Beri  antihistamin  dan  analgesik  oral  untuk simptomatis

SEPULUH UPAYA YANG DAPAT DILAKUKAN OLEH MASYARAKAT
  1. Jika  menemukan  serangga  ini,  jangan  dipencet, agar racun tidak mengenai kulit. 
  2. Hindari terkena kumbang ini pada kulit terbuka.
  3. Bila  kumbang  di  kulit  kita,  singkirkan    hati-hati, meniup atau mengunakan kertas.
  4. Jangan  menggosok  kulit  dan  atau  mata  bila kumbang ini terkena kulit . 
  5. Segera  cuci  dengan  air  mengalir  dan  sabun  pada kulit yang bersentuhan dengan kumbang.
  6. Usahakan  pintu  tertutup  dan  bila  ada  jendela diberi  kasa  nyamuk  untuk  mencegah  kumbang ini masuk.
  7. Tidur menggunakan kelambu.
  8. Lampu  diberi  jaring  pelindung  untuk mencegah kumbang jatuh ke manusia. 
  9. Semprot dengan insektisida rumah tangga, harus dipastikan  terkena  langsung  pada  serangga sasaran.
  10. Bersihkan  lingkungan  rumah,  terutama  tanaman yang tidak terawat yang ada disekitar rumah yang bisa menjadi tempat kumbang Paederus.

UPAYA PENGENDALIAN POPULASI Paederus sp. di  PERMUKIMAN

  • Jika  populasi Paederus  sp. sedikit,  maka lakukan penyemprotan  langsung  pada target  serangga dengan insektisida rumah tangga.     
  • Jika  populasi  Paederus  sp.  padat  pada permukiman,  maka  lakukan  penyemprotan residual,  dengan  tetap  mengedepankan pemakaian insektisida nabati. 
Photo  Paederus sp. (sumber photo dari search di Google salah satunya dari : http://www.meloidae.com/en/albums/paederus-spp/ )


Penderita akibat Gigitan Paederus sp.



Download Leaflet Panduan Pencegahan dan Pengendalian Kumbang Paederus  sp. disini

Sabtu, 03 Maret 2012

Sertijab Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok

Pelaksanaan Serah Terima Jabatan (SERTIJAB) tanggal 03 Maret 2012 antara Kepala KKP Kelas I Tanjung Priok  dr. Azimal,M.Kes (pejabat lama) dengan Nandi Pinta,SKM,M.Epid (pejabat baru) yang disaksikan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL), Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE. Dihadiri oleh tamu undangan dan pegawai di lingkungan KKP Kelas I Tanjung Priok :
  • Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok
  • Kepala Kantor syahbandar kelas utama Tanjung priok
  • General Manajer PT. (Persero) Pelindo II Cabangn Tanjung Priok
  • Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Priok
  • Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Type A Tanjung Priok
  • Kepala Polres Pelabuhan Tanjung Priok
  • Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok
  • Pejabat Struktural Eselon III dan IV di lingkungan KKP Kelas I Tanjung Priok
  • Kepala Wilayah Kerja di lingkungan KKP kelas I Tanjung Priok
  • Staf pegawai di lingkan KKP Kelas I Tanjung Priok
Photo yang diambil dalam pelaksanaan Sertijab pada tanggal 03 Maret 2012 (menggunakan canon ixus 105, photo dengan kamera lainnya menyusul) bisa dilihat di bawah ini : 

Tamu Undangan

Masih "istirahat di tempat"

dari kiri ke kanan ( hj Eti, silmi,evi & brian "pak jengot")

Tamu Undangan Ditjen PP & PL

Tamu Undangan Ditjen PP & PL

Tamu Undangan Ditjen PP & PL

Kawilker Kalibaru (kiri) & Kawilker Angke (kanan)


Juru Photo Dirjen

Kepala Bidang PRl (kiri)

dari kiri ke kana ( Eneng, ?, Syaflovida)

yang tertawa "Maman Sudiman"

Antri dong : "sabar sedikit kenapa ?"

Photo bersama

Antri budaya kita

Ucapan Selamat, "Selamat yah Pak "

Bpk Azimal (kiri) & Bpk Nandi (kanan)

Bpk Azimal (kiri) & Bpk Nandi (kanan)

Photo bersama

Buat kenangan, pak !

Bapak Kapan sertijabnya, hehehe ?

Rute Menuju Hotel GH Universal bagi Undangan Pertemuan yang di adakan oleh KKP Tanjung Priok

Pertemuan yang dilaksanakan dan para undangan yang belum tahu rute ke lokasi  GH Universal kami sengaja menampilkan ini untuk mempermudah dan tepat waktu menghadiri lokasi tesebut. Jika memiliki Koneksi internet yang stabil boleh klik alamat ini Hotel GH Universal. Jika belum jelas bisa melihat langsung maping yang dipersembahkan oleh Google di bawah ini :


Lihat Tempat Tersimpanku di peta yang lebih besar

Sampai betemu dilokasi , terimakasih


Jumat, 24 Februari 2012

Pelabuhan Sehat / K2L Pelabuhan Tanjung Priok

Photo Bersama Pertemuan K2L/Pelabuhan Sehat Tgl 14 Pebruari 2012

Untuk menghadapi era globalisasi di Pelabuhan Tanjung Priok diperlukan suatu tatanan wilayah kerja terbebas dari faktor risiko manusia dan lingkungannya. Suatu langkah yang tepat bisa dikatakan seperti itu adalah membuat wadah untuk meyalurkan pendapat dari beberapa unit pemerintahan yang berada di Pelabuhan Tanjung Priok. Wadah itu telah dibuat bernama Komite Keselamatan Kesehatan dan Lingnkungan (K2L) atau Pelabuhan Sehat dan sudah dua kali melakukan pertemuan padat tanggal 08 Juni 2011 dan tanggal 14 Pebruari 2012.

Setiap pertemuan tentunya menghasilkan keputusan bisa di baca disini berupa kesepakatan dan recana kerja. Apa saja rencana kerja yang prioritaskan harus dilaksanakan pada pertemuan K2L pada tahun ini salah satunya adalah melakukan PSN (Pembasmian Sarang Nyamuk) sesuai undangannya dilaksankan PSN hari Jum'at tanggal 02 Maret 2012 dengan lokasi : Halaman Terminal penumpang Nusantara Pura II Tanjung Priok dan sekitarnya.

Daya tarik diperlukan dalam kegiatan PSN ini, apa saja darik tersebut ? jika Anda di undang maka datanglah siapa tahu ada Voucher atau paling minimal bingkisan kaos atau topi. Liputan kegiatan akan Kami lakukan tunggu postingan berikutnya.

Kamis, 09 Februari 2012

Himbauan Kepada Wilayah Kerja Tentang Laporan Bulanan

Kepada pengelola program Pengendalian Risiko Lingkungan di Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok untuk mengirimkan Laporan Bulan Januari 2012. Pengiriman dapat melalui email kkptanjungpriok@gmail.com Tentang laporan bulanan PRL yang dikirim dengan format PWS dan SIMKESPEL sebelum dikirim (jika besar) di unrar/unzip dahulu.  Wilayah Kerja tersebut, yaitu :

Wilayah Kerja Marunda
Wilayah Kerja Kalibaru
Wilayah Kerja Sunda Kelapa
Wilayah Kerja Muara Baru dan ...
Wilayah Kerja Muara Angke

Atas perhatiannya Saya ucapkan Terima Kasih

Senin, 06 Februari 2012

Buku Panduan Inspeksi Kapal dan Penerbitan Certifcates Sanitasi Kapal


Dalam pelaksanaan di lapangan untuk pemeriksaan kapal diperlukan pengetahuan yang luas namun terkadang faktor "lupa" karena sesuatu sebab bisa mengganggu pelaksanaan kegiatan. Untuk itu diperlukan refernsi atau buku peganggangan untuk petugas dilapangan. Dalam hal ini WHO dengan IHR 2005 -nya telah membuat buku panduan dan Sekaranglah KITA MEMILIKI BUKU PEGANGAN ( orang kita mengatakan buku saku ) untuk pelaksanaan kegiatan ke kapal.

Bagi semua petugas pemeriksa kapal di seluruh Kantor Kesehatan Pelabuhan diIndonesia wajib memiliki buku ini. Silahkan mendownload atau unduh di alamat ini http://whqlibdoc.who.int/publications/2011/9789241548199_eng.pdf  atau klik disini

Sesuai dengan tinjauan Buku Panduan ini yaitu (terjemahan google )

" This handbook is intended to be used as reference material for port health officers, regulators, ship operators and other competent authorities in charge of implementing the IHR (2005) at ports and on ships. The handbook is based on the IHR (2005) provisions regarding ship inspection and issue of SSCs. They provide guidance for preparing and performing the inspection, completing the certificates and applying public health measures within the framework of the IHR (2005). "

" Buku panduan ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai bahan referensi bagi petugas kesehatan pelabuhan, regulator, operator kapal dan pihak berwenang lainnya yang bertanggung jawab melaksanakan IHR (2005) di pelabuhan dan kapal. Buku panduan ini didasarkan pada (2005) ketentuan IHR tentang inspeksi kapal dan isu SSK. Mereka memberikan bimbingan dalam penyusunan dan melakukan pemeriksaan, melengkapi sertifikat dan menerapkan ukuran kesehatan masyarakat dalam rangka IHR (2005). "

Bagi KKP yang menginkan buku panduan dengan bahasa Indoensia silahkan melakukan pemesanan di alamat ini http://apps.who.int/bookorders/anglais/detart1.jsp?sesslan=1&codlan=1&codcol=15&codcch=817 atau disini . Lakukan sesuai petunjuk yang diberikan didalamnya dan karena melakukan pemesanan tentu harus bayar. Ini bukan iklan untuk membeli buku hanya informasi semata.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Minggu, 05 Februari 2012

Kunjungan Masmedia ke KKP Tanjung Priok

Pada hari jum'at, 03 Pebruari 2012. Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok dikunjungi oleh beberapa Masmedia, Media Masa dan elektronik  untuk meliput " Waspada Flu Burung ". Bagaimana hasil liputan dari masmedia tersebut ?.

Berita Satu
Inilah liputannya : Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Tanjung Priok menyatakan selalu siaga untuk penanggulangan flu burung dalam pemeriksaan awak kapal maupun muatan di pelabuhan tersebut.

"Kita selalu siap, selalu melakukan simulasi. Dan ada eskalasi (peningkatan) kegiatan jika pemerintah menetapkan ada wabah tertentu," kata Kepala KKP Tanjung Priok dr Azimal M.Kes dalam temu media di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (3/2)

Ia mengatakan pihaknya selalu memantau laman Badan Kesehatan Dunia (WHO) jika ada penyakit yang dinyatakan pandemi, dan melakukan langkah persiapan terutama dalam menangani kapal-kapal dari negara asal pandemi.

"Seperti misalnya wabah flu burung, kami akan melakukan pemeriksaan menyeluruh bagi kapal-kapal dari negara asal wabah," katanya.

Jika ada awak kapal yang memiliki gejala serupa dengan flu burung, KKP akan langsung merujuk awak kapal itu ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

"Waktu flu burung mewabah, kita pernah mengirimkan 13 suspek ke RSPI Sulianti Saroso meskipun kemudian dinyatakan negatif," ujar Azimal memberi contoh.  Baca dari sumbernya

Info Publik
Inilah liputannya : Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjug Priok belum melakukan langkah antisipasi khusus, terkait merebaknya kasus H5N1 (flu burung) di beberapa negara, seperti yang terjadi di Kamboja dan Vietnam, Kamis (2/2), yang kembali merenggut satu korban jiwa. Meski belum melakukan antisipasi khusus, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan melalui simulasi latihan dari waktu ke waktu. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan I (KKP) Tanjung Priok Azimal saat kunjungan media di pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (3/2) sore. Indonesia sebagai focal point dari International Health Regulation (IHR) Badan Kesehatan Dunia WHO, akan mendapatkan jika terjadi wabah yang menyerang negara anggotanya. "KKP Tanjug Priok terapkan pengawasan ketat sesuai standar dan prosedur yang berlaku. WHO akan mengabarkan jika terjadi suatu pandemi, dengan itu kewaspadaan segera ditingkatkan, tidak ada persiapan khusus. Sampai kini belum ada laporan dari WHO. Meski begitu kami tetap melakukan simulasi untuk selalu waspada jika terjadi suatu pandemi," katanya. Baca dari sumbernya

PelitaOnline 
Inilah liputannya : Sedikitnya ada 14 penyakit menular lintas negara yang patut diwaspadai dan masuk dalam daftar pengawasan. Diantaranya, yang beberapa tahun terakhir kasusnya merebak seperti flu burung, SARS, meningitis, kolera, anthrax, ebola dan HIV/AIDS.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan I (KKP) Tanjung Priok Azimal saat kunjungan pewarta media dalam acara ‘Cegah Tangkap Penyakit di Pintu I Tanjung Priok’ di Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (3/2).

Melihat merebaknya jenis penyakit tersebut, KKP Tanjung Priok senantiasa melakukan ‘Cegah Tangkal Penyakit Karantina’. Meliputi  penyakit menular potensial dan segala sesuatu yang masuk dalam Public Health of International Concern (PHEIC) antar daerah, antar pulau dan juga antar negara.

“Itu merupakan tugas kami (KKP). Apalagi KKP di berbagai daerah memiliki standard operating procedure rutin untuk melakukan pemeriksaan kapal yang transit di pelabuhan," kata Azimal kepada wartawan.

Sebenarnya tugas KKP itu, adalah melakukan pengamanan dan merujuk jika ada awak kapal yang menderita penyakit menular tertentu. Memeriksa siapa saja yang terpapar oleh penderita dan kemudian untuk tindakan lebih lanjut akan dirujuk ke rumah sakit. Baca dari sumbernya

Seputar Indonesia
Inilah liputannya : Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Priok Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan pendeteksian dini dan pengawasan masuknya virus flu burung dan flu babi lewat pelabuhan.

Hal ini dilakukan mengingat akhir-akhir ini suspect flu burung dan flu babi sedang merebak di wilayah Jakarta, Bogor, Depok,Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Kepala KKP Kelas I Tanjung Priok Kemenkes Azimal mengatakan, virus flu burung dan flu babi merupakan dua virus yang sangat diwaspadai peredarannya melalui pelabuhan. Kendati demikian, dia mengemukakan, selama 2010- 2011 tidak ada virus flu burung dan flu babi yang masuk melalui pelabuhan Tanjung Priok.

Meskipun ada 13 orang suspect pada rentang waktu tersebut, semuanya dinyatakan negatif dari virus tersebut. “Ada 13 orang suspect flu burung sepanjang 2010–2011.Mereka adalah penumpang kapal dari Singapura dan Filipina. Pada saat itu screening segera dilakukan untuk pemeriksaan laboratorium. Dari 13 suspect itu, berdasarkan pemeriksaan laboratorium, semua hasilnya negatif,” ungkap dia kepada wartawan di Pelabuhan Tanjung Priok,Jakarta,kemarin.

Dia mengutarakan, saat ini pihaknya akan melakukan deteksi dini kepada kapal yang berasal dari negara tertentu, khususnya negara yang sedang terinfeksi virus tertentu,termasuk flu burung dan flu babi. Setelah itu dilakukan karantina terhadap kapal tersebut. Azimal mengungkapkan, untuk mencegah masuknya virus flu burung dan flu babi melalui pelabuhan, pihaknya selalu mengecek website World Health Organization (WHO). Baca dari sumbernya

Itulah hasil dari liputan masmedia, yang bisa penulis tampilkan dari internet semoga bermanfaat.